Hari ini aku masih ternganga tidak percaya atas tanggapan guru BK di sekolah anakku. Bukan kenapa-kenapa. Mengingat berita yang beredar di internet tentang mengerikannnya kejadian di sekolah. Plus lambatnya sikap dan respon dari sekolah. Membuatku juga tidak terlalu berharap banyak.
Jadi, anakku baru masuk di sekolah lanjutan ini sekitar 3 bulan.
Oia, disclaimer dulu ya.
Aku mendidik anakku untuk menjaga dirinya sendiri di sekolah.
Kalau ada apa-apa harus apa?
=>Melindungi diri sendiri.
Ada ami tidak disana?
=>Tidak.
Jadi apa?
=>Harus jaga diri sendiri.
Kenapa?
=>Karena jumlah guru dan murid di sekolah itu tidak imbang. Jauh lebih banyak murid. Jadi, tidak mungkin guru bisa mengawasi semua muridnya. Guru juga manusia.
Itu sudah aku tekankan sejak mereka masih kecil.
=>Kalau ada apa-apa dan membahayakan langsung bilang ke guru ya. Meski ternyata di beberapa sekolah memiliki guru yang tidak acuh.
Sejauh ini mau ada peristiwa apa. Aku juga tidak pernah share di grup.
Baru kali ini di sekolah lanjutan ini. Tanpa dinyana ditanggapi secara serius oleh guru yang sebenarnya bagian dari BK. Mengingat wali kelas sedang cuti melahirkan. Awalnya karena aku nyesek lihat seragam celana olahraga anak yang sobek lumayan besar.🤭
Jadi, tadi anak pulang langsung cerita. Fyi, memang aku membiasakan semua anak cerita apa pun sejak piyik. Kenapa? Agar aku juga tahu ada kejadian apa di luar sana. Alhamdulillah anak juga jujur.
Aku tekankan kalau ami lebih senang kalau anak jujur ketimbang tidak menyampaikannya. Kalau tidak jujur ami akan marah. Mau seburuk apa pun itu ami tidak akan marah. Asal cerita. Mereka juga tahu kalau aminya itu tahu banget orang yang bohong atau tidak. 🤭
Nah, balik lagi ke tadi ya. Anak menceritakan apa yang terjadi di sekolahnya. Dia menjelaskan kenapa celana olahraganya bisa sobek.
Tadi saat ada olahraga basket. Ada latihan bebas. Jadi, tidak ada aturan. Begitu kata anak sesuai yang dia dengar dari guru. Siapa pun bisa main sebelum mulai.
Lalu, anak mulai untuk latihan dengan cara mendrible lalu memasukkan ke basket. Saat itu dia berlari dengan diikuti S tepat di sampingnya. Sementara D berada di belakang.
S ini hanya mengincar bola saja. Tetapi D ini justru TACKLING atau mengait kedua kaki anakku (dari belakang) hingga tersungkur ke tanah. Sampai posisi jatuhnya bergeser beberapa meter. Mengingat kondisi lapangan basket dan gesekan jatuhnya. Celana olahraga yang baru dipakai 2 kali itu pun sobek cukup besar.
Fyi, tak ada TACKLING dalam permainan basket.
Anakku tahu benar siapa yang tackling. Anak itu tidak mengaku dan justru menyalahkan temannya. Beruntung ada teman anakku yang melihat kejadiannya. Kemudian anak tersebut bersaksi.
Akibatnya anakku tidak bisa ikut permainan. Hanya saat menit terakhir. Padahal sebelumnya dia diincar temannya untuk gabung timnya untuk penilaian di minggu depan.
Tapi kalau aku selain nyesek menyayangkan dengan kejadian tersebut. Juga lihat celana seragamnya yang masih baru, eh sudah berlubang. Anak juga sudah menyampaikan kepada guru. Hanya saja dia hanya mengatakan kakinya sakit. Tidak menyampaikan karena ditackling.
Lalu aku pun menulis di grup tentang ini. Disertai foto kondisi celana tersebut.

Tak butuh waktu lama. Sekitar 1 menit kemudian langsung direspon wali kelas sementara (guru wali kelasnya sedang cuti melahirkan) yang kebetulan guru BK.
Guru BK menyampaikan untuk megirimkan wa pribadi mengenai kejadian, siapa pelakunya, dll.
Benar saja. Setelah aku mengirimkan wa pribadi dan menceritakan secara detil. Kemudian dilakukan tindakan.
Jujur saat itu aku masih tidak percaya atas gerak cepatnya. Tapi aku senang. Aku memang tidak mendapatkan updatenya. Hanya saja dengan BK menyampaikan akan menindaklanjuti oleh BK yang mengampu di kelas anakku. , Itu melegakan. Kebetulan BK yang sementara menjadi wali kelas tersebut mengampu kakak kelasnya. Jadi, masing tingkat memiliki pengampu BK yang berbeda.
Aku tidak tahu apakah ini disampaikan pada orangtuanya juga atau tidak. Mengingat tidak ada permintaan maaf dari orangtuanya. Setahuku biasanya begitu.
Karena kejadian tersebut, anakku ijin tidak masuk sekolah dan ekskul. Alhamdulillah sudah dicek kakinya.
Aku mau sampaikan juga di sini. Kalau tackling kaki itu sangat berbahaya bagi seseorang lho. Selain karena jatuh. Tulang kaki bisa berpotensi tumor/kanker tulang. Kalian tahu? Kalau terlambat penanganan bisa berbahaya. Seringkali solusinya adalah amputasi.
Meski ada yang bisa kemoterapi. Sayangnya berdasarkan pengamatan itu tidak selalu berhasil. Jadi, tolong ajarkan anak untuk berhati-hati. Baik untuk dirinya sendiri atau orang lain.
Artikel ini sebagai bentuk apresiasiku sebagai seorang wali murid.
