Kamu pernah melihat seseorang yang memilih duduk di sudut? Bukan karena tidak mau bergaul. Bukan juga karena dia sombong. Tak jarang ada orang yang memberikan label anti sosial.
Padahal sebenarnya dia juga memiliki banyak teman. Solid pula. Tapi tak semua orang bisa dengan mudah mendekatinya. Kok bisa?
Jadi, begini. Orang yang seringkali memilih menjaga jarak, menutup diri, dan memilih duduk di pojokan. Seperti tidak mudah didekati. Tak jarang membuat orang berasumsi segala macam.
Orang dengan intuisi tinggi memiliki frekuensi yang berbeda dengan yang lainnya. Tak semudah itu berbaur dengan orang lain. Dia tahu kalau tidak diinginkan kehadirannya. Dia tidak mau menyenggol/mengganggu orang lain. Pecinta damai dan ketenangan banget.
Saking terasahnya intuisinya. Membuat dia mudah “membaca” orang lain sejak bertatap mata. Ada yang seolah memberi tahunya untuk berhati-hati. Sesensitif itu? Ya.
Tak hanya itu, mereka juga sering mendapatkan mimpi. Kamu tahu? Mimpi itu sama persis dengan apa yang dia lakukan hari itu atau di masa datang. Seringkali petunjuk tentang sesuatu hal juga bisa datang dari mimpi.
Apakah intuisi bisa membantu orang lain?
Tentu saja. Pemilik intuisi tinggi juga memiliki kepekaan pada orang terdekat dan sekitar. Dia mampu membaca dan menelaah situasi dan kondisi.
Jadi, saat dia akan mengatakan sesuatu. Biasanya akan memilih waktu yang tepat. Sifatnya luas ya. Misal, ada yang salah paham dan berasumsi si A. Kemudian si B mencari tahu kebenarannya. Setelah tahu. Dia pun ingin menyampaikan dan meluruskan. Bahwa asumsinya sama sekali tidak benar. Maka, dia pun melihat kapan waktu yang tepat. Dia perhatikan situasi dan kondisi A. Kemudian saat ada celah yang tepat. Dia pun sampaikan.
Pemilik intuisi tinggi juga bisa mengetahui siapa pun sedang sedih, dll. Meski orang lain tak mengetahuinya. Ini tak hanya berlaku pada orang terdekatnya saja. Orang asing sekali pun. Entah bertemu di kereta, dll. Kadang dia sampaikan. Sehingga membuat yang bersangkutan terkejut. Respon yang biasanya terdengar adalah, “Kok, tahu?”
Kalian tahu? Pemilik intuisi tinggi seringkali tergerus bila harus berhadapan dengan mereka yang suka ngomongin orang lain, dll. Tetapi bisa haha hihi saat berada di depan orang lain tersebut. Bagi pemilik intuisi tinggi itu sangat mengganggunya.
Lantas siapa yang akan sejalan dengan pemilik intuisi tinggi ini?
Mereka yang tidak munafik. Orang yang bermuka dua. Manis di depan, busuk di belakang. Mereka mengatakan setuju tetapi di belakang justru mengatakan sebaliknya. Termasuk pembohong, pengkhianat, dll.
Orang yang tidak suka menjelekkan/ngomongin/gibah/fitnah orang. Eh, saat bertemu dengan yang bersangkutan. Memasang muka manis seolah tidak terjadi apa pun.
Manipulatif, NPD, dll. Dia akan langsung bisa menangkap energi mereka. Bahkan sebelum mereka berkenalan. Dan kalian tahu? Itu 100% benar. Akan kejadian. Kenapa bisa begitu? Karena pemilik intuisi memang belajar dari pengalaman, dll. Kapan-kapan ini akan diuraikan dalam artikel yang berbeda ya. Apakah bisa diasah? Bisa. Kalau kamu sudah sangat intuitif. Lalu kamu asah, wah akan luar biasa hasilnya.
Drama banget. Orang yang suka meributkan sesuatu. Padahal itu tidak urgent. Termasuk orang yang suka berasumsi dengan pikiran sendiri tentang orang lain. Padahal tidak seperti itu maksudnya. Kemudian ketika tidak sesuai dengan keinginannya, dia marah. Marahnya justru bukan ke target tetapi ke orang lain di depan target (semoga paham maksudnya ya). Padahal dirinya sendiri tidak menyampaikan, dll. Memang orang lain akan tahu? Kan, tidak? Ini juga yang saya ajarkan ke anak-anak. Sampaikan apa yang jadi keberatan. Apa yang menjadi kesukaanmu, dll. Jangan diam saja. Orang apa akan tahu? Kan, tidak?
Sebenarnya itu masih ada lagi. Hanya saja nanti akan jadi artikel yang sangat panjang. Intinya, kalau si pemilik intuisi menangkap KETULUSANMU. Dia akan menjadi pribadi yang sangat menyenangkan. Dia tak akan terlupakan. Bahkan orang sering menghubungi kalau dia tak kelihatan.
Maka tak heran bila circle utamanya hanya segelintir orang. Yang satu frekuensi. Satu energi. Mereka yang tak suka ngomongin orang lain. Menghasut, dll. Mereka lebih suka membicarakan diri sendiri, pencapaian, masa depan, progress, bagaimana meningkatkan pendapatan, mendukung, dll. Justru energi mereka akan semakin tak terbendung dengan orang-orang yang positif.
