Tak Berdaya Tak Bisa Membantu Orang Lain

Siang ini saya menonton Lintas Siang MNC TV, ada berita tentang seorang ayah yang ingin menjual ginjalnya. Untuk pengobatan anak pertamanya, yang tak bisa berdiri, bahkan untuk menegakkan kepalanya saja tak sanggup. Rumah sakit bisa mengoperasi dengan biaya puluhan juta. Dan dia tak punya.Katanya ada penolakan atau apa. Di tayangan tersebut, entah anak keduanya, melihat kakaknya yang tergeletak tak berdaya dengan sorot sedih. Usianya mungkin dua tahun. Kakaknya kira-kira 3 sampai 4 tahun. Mata saya segera berlinang air mata.  Bahkan saat menulis blog ini. Saya sedih tak bisa membantunya.
Saya lantas tersadar, merasa tak berdaya. Hati siapa yang tak lantas iba. Terutama saya. Melihat itu saya tak berhenti menangis hingga sekarang. Saya tak bisa membantunya. Andai saja, saya berkelimpahan uang, saya ingin membantu pengobatannya hingga sembuh. Saya tahu rasanya menjadi orang tua. Saat anak demam saja, hati saya sudah tak keruan. Apalagi keluarga tersebut sekarang? Bagaimana cara saya membantunya?
Akhir tayangan ditampilkan pihak humas memberi tanggapan dan menepuk pundaknya. Ada solusi untuk itu. Dinas apa gitu, saya lupa. Seperti membantu. Semoga, ada hati-hati yang terketuk untuk mrmbantunya. Saya hanya bisa mengirimkan doa, semoga Alloh sudi mengabulkan.
Saya ingin menjadi orang berlimpah materi, agar selain bisa memberi layak untuk anak-anak, juga bisa membantu banyak orang yang membutuhkan, seperti keluarga tersebut. Untuk anak-anak yang membutuhkan dana operasi demi kesehatannya. Untuk siapa pun yang membutuhkan. Sedih rasanya, ketika tak bisa membantu. Merasa tak berdaya. Hanya bisa menangis dan mengirimkan doa.
Entah kenapa kuat keinginan saya untuk menanyakan alamat mereka, ke Lintas Siang, mencari email terlebih dahulu. Entah apa yang akan saya lakukan nanti ketika sudah dapat data mereka. Share ke internet? Agar semakin banyak orang yang tahu. Salut saya dengan reporter tayangan tersebut. Anda hebat, bisa mengetahui berita tersebut, membagi ke khalayak umum, agar tahu dan siapa tahu ada para dermawan mengulurkan bantuan. Anda hebat! Anda adalah pahlawan, semoga akan ada berita-berita seperti itu terus menerus. Agar banyak yang terbantu.
Artikel ini dibuat dari dasar hati saya….refleksi dari ketidakberdayaan…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *