Ketika Harus Berhenti

Selama beberapa bulan terakhir, selain kesibukan yang luar biasa, hingga menyita perhatian ke toko, dan tidak gentayangan di sosmed, saya mengalami titik galau paling tinggi. Kenapa? Ada banyak alasan. Pertama, toko saya yang sudah tidak bisa diharapkan lagi. Lama kelamaan, saya harus melakukan tindakan. Dua pilihan, antara terus atau berhenti. Apalagi password yang belum ketemu, semenjak saya ganti akibat terkena hack. Entah apa. Toko saya mungkin tidak semoncer dulu. Ada saja yang menjadi kendala, tapi terus saja saya terjang. Kebijakan suplier yang berganti kepemimpinan yang tidak memandang dengan baik pelanggan dari produknya selama 7 tahun. Bayangkan tujuh tahun. Begitu akibat sumber hanya satu, dan tak ada budget besar buat itu. Padahal saya sendiri sempat berinisiatif untuk melakukan hal lain, eh, diminta terus melakukan itu. Tentu saja saya tidak mau. Enak pemimpin yang dulu, yang begitu percaya dengan saya tanpa KTP, dan bisa membawa semua produknya. Lalu keesokannya, masih bisa. Banyak faktur yang mungkin bernilai puluhan juta untuk produk mereka. Apa ini balasannya? Saya dipersulit? Akibatnya berimbas dengan pemasukan yang ga tentu, saya yang tidak bisa memenuhi permintaan pembeli dan sebagainya. Sebagai penjual kecil, saya seperti diikat lehernya hingga tercekik. Ada pula yang memberi persyaratan hingga tak bisa dijangkau. Lalu harus kemana saya berlari? Apa saya harus menjadi produsen? Seperti dulu?Pertanyaannya, dengan single fighter apa bisa? Dengan memiliki dua krucil, yang masih harus saya urus, dan masih banyak yang lain. Dulu saya sempat memproduksi flanel yang lumayan hasilnya, namun tak didukung, dengan disuruh berhenti, kerepotan saya, apalagi pegawai yang dulu tak bisa ikut, akibat kami pindah rumah.Nyesek, memberhentikan yang sudah ada. Lalu saya sempat mengerjakan sesuatu yang lain, tapi seperti dibenturkan dengan tembok yang tak bisa diruntuhkan, lalu yang lain. Dengan sifat saya yang ndableg, saya pun bisa berulang-ulang berusaha hingga mentok. Mentok pula penghasilan. Padahal saya ingin seperti dulu, bisa menghasilkan banyak uang, bisa beli ini itu (kalau sekarang, pasti ke kebutuhan anak-anak). Saya tak mau berpangku tangan, beberapa bulan ini, setelah bungsu mulai 7 bulan, saya harus bergerak lagi. Harus!

Terima kasih telah berkunjung dan berbelanja disini ^_^

Web:

http://www.orderbuku.com

http://www.ikamitayani.com

Follow:

@OrderBukuCom

@IkaMitayani

Like Page:

http://facebook.com/orderbukucomSaja

http://facebook.com/IkaMitayaniCom

Contact:

tanya.orderbuku@yahoo.com

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *