Sebuah Kesempatan Kedua [FIKSI]

Masih adakah cara aku untuk bertemu kamu? Tak adakah waktu untukku, seperti dulu? Tak adakah bahu untukku ketika mulai berkeluh kesah? Juga saat kamu menyediakan mata, untukku melihat kebahagiaan yang kurasakan?

Kebahagiaan satu-satunya, yaitu, bersama kamu, berdua denganmu. Menikmati hari, waktu, yang terus berlari begitu cepat.

Kebahagiaan saat aku bisa menikmati segala bentuk ekspresi yang kamu nampakkan.

Ya, kebahagiaan satu-satunya, ketika aku dan kamu bisa tertawa lepas.

Kira-kira, masih adakah kesempatan? Untukku bertemu kamu? Untukku bisa kembali. Sebuah kesempatan kedua, bersamamu.

(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *