Inilah Kendala Terbesar Seorang Blogger Menyelesaikan Artikelnya

kendala blogger, kendala menyelesaikan artikel
Kendala Terbesar Blogger Menyelesaikan Artikel

Inilah Kendala Terbesar Seorang
Blogger Menyelesaikan Artikelnya
Pekerjaan sebagai seorang blogger
memang gampang-gampang susah. Selain dia harus bisa menulis artikel, dia juga
harus bisa mengelola waktunya agar bisa memenuhi tenggang waktu yang sudah
ditentukan. Sejago-jagonya seorang blogger, pasti akan mengalami momen seperti
ini juga. Kira-kira Anda yang mana?
1.       Kuota
Internet Habis.
Bagian
paling menyebalkan juga, saat Anda sedang bekerja tiba-tiba kuota habis.
Sementara hari sudah malam, tentu tak mungkin keluar rumah. Padahal menurut
saya lebih enak, membeli kuota internet dalam bentuk kartu perdana, lebih
praktis dan hemat. Akan lebih baik, sebelum bekerja atau setiap pagi, pastikan
terlebih dulu, berapa kuota yang Anda miliki. Perkirakan apakah mencukupi
sampai keesokan harinya. Apalagi kalau Anda juga menggunakannya untuk
internetan melalui laptop, melalui sambungan WIFI dari ponsel.
2.       Baterai
Laptop dan Ponsel Habis
Ini
paling gawat, apalagi pekerjaan blogger berhubungan erat dengan gadget, kan? Kalau
saya, biasanya menulis di kertas, setelah melihat kumpulan ide. Point dulu,
lalu menjabarkannya. Ribet? Bisa jadi. Karena saya tidak mau setengah-setengah
sebagai seorang blogger. Toh semakin bagus, semakin membuat pembaca saya betah
untuk datang kembali, kan? J
Jadi,
meski baterai tinggal sedikit pun, sudah aman, karena tinggal mengetik. Pastikan
setiap Anda menyalin coretan artikel tadi, selalu menyimpan, sehingga kalau ada
apa-apa, ketikan masih aman tersimpan.
Selain
itu, Anda bisa memeriksa saat malam, baterai laptop dan ponsel apa sudah
menipis atau tidak. Kalau tinggal separuh sebaiknya diisi ulang. Kalau masih
full atau berkurang sedikit, sebaiknya gadget dimatikan saja. Sehingga saat
pagi, Anda bisa beraktivitas dan tidak kawatir sewaktu-waktu baterai habis.
Mengapa tidak bekerja sembari diisi ulang, karena akan membuat baterai Anda
gampang aus. J
               
3.       Listrik
Mati
Listrik
mati sering menjadi momok, untuk semua pekerjaan yang membutuhkan tenaga
listrik. Demikian juga gadget, dia juga butuh asupan listrik untuk bisa hidup.
Kalau ponsel, bisa dengan memiliki power bank, dan mengisinya secara penuh.
Kalau punya dua akan lebih bagus lagi.
Pastikan
power bank Anda, memiliki kapasitas minimal 10.000 mAh ya. Alasannya, apabila
Anda sedang diluar sekali pun, akan sangat membantu dan bisa mengisi ulang
beberapa kali. Jadi meski laptop Anda sedang mati, Anda bisa segera menggunakan
ponsel Anda. Sekarang ada Evernote, yang bisa

tersambung ke semua gadget.
Setelah mengerjakan, dan listrik sudah nyala, laptop sudah penuh kembali, nah Anda
bisa menyunting ulang tulisan. Sangat praktis kan? Selalu ada jalan. J

4.       Jaringan
Provider
Saya
pernah harus menyelesaikan orderan artikel ketika sedang bepergian keluar kota,
karena acara penting. Sayangnya, waktu saya mau mengunggahnya, jaringan
provider sedang tidak bersahabat. Beruntung, suami membawa kartu paket internet
dari provider lain. Saya selamat deh, dan bisa mengunggahnya sebelum waktunya,
dan bisa segera memberi tahu klien melalui email.    
Antisipasinya,
pastikan sebelum berangkat, Anda sudah menyelesaikan tanggungan. Jadi pekerjaan
yang Anda bawa, adalah yang masih berupa ide yang tinggal eksekusi dan bisa
dikerjakan di lain waktu atau tidak dalam status terburu-buru. Bagaimana, kalau
memang jaringan yang biasanya cepat, tiba-tiba sedang down, meski di dalam
kota? Pertama, Anda harus sabar menunggu, dan tetap berusaha menunggah, atau
kalau tidak, Anda bisa membeli jaringan provider lain, atau sudah menyediakan
membeli provider lainnya.
5.       Anak-Anak
Rebutan
Begini
deh, kalau jadi ibu, apalagi yang bekerja dari rumah. Sebenarnya tidak rebutan
secara harfiah, sih. Anak-anak saya, cukup kooperatif dan pengertian. Lebih komplit
lagi ketika, gadget tersebut harus dipergunakan dan hanya satu. Solusinya adalah,
memberi pengertian pada mereka, bahwa ibunya sedang bekerja, untuk mendapatkan
uang, bisa untuk membeli susu, dll. Mereka pasti mengerti. Kalau tidak, jangan
lelah untuk memberi pengertian ya. Misal, kalau mendapatkan honor, ajak dan
beritahu mereka, kalau Anda baru saja mendapat uang hasil dari bekerja.
Membelikan mereka jajanan atau mainan, sudah membuat mereka mengerti. J
6.       Jenuh
Ada
kalanya, bekerja dengan rutinitas dan pekerjaan yang sama, akan membuat Anda jenuh.
Saya sendiri tak memungkiri itu. Rasa males, jenuh, eneg, dan mampat ide akan
menjadi akibatnya. Anda bisa mencoba dengan mengganti rutinitas. Atau mengubah
jadwal kerja.
Misal
terbiasa menulis di malam hari, bisa mengganti di siang hari.
Kalau saya,
biasa menulis dimana saja. Kapan pun, mau sedang menunggu anak keluar dari
kelas, karena sampai di sekolah terlalu cepat, ya saya menulis. Sedang menunggu
kereta, saya juga menulis, entah ide atau artikel. Mata tetap mengawasi anak
juga.
Meski
begitu saya kadang pernah juga merasa jenuh. Anda bisa melakukan cara ini,
berhenti sejenak, mendengar lagu, menonton, jalan-jalan, dll. Kalau sudah
fresh, Anda bisa tinggal membaca draft ide, dan membuatnya menjadi sebuah
artikel.
7.       Jadwal
Terlalu Padat

           Jujur saja, jadwal saya begitu padat. Mulai dari pagi hingga malam,
saya masih lembur menulis. Itu mungkin yang bisa membuat jenuh. Pagi hari saya
menyiapkan semua keperluan anak, termasuk masak, menyuapi yang kecil. Mengantar
anak ke sekolah, lalu pulang, mencuci baju dan piring, lalu membersihkan rumah,
setelah itu saya melihat jadwal saya, mengecek pekerjaan yang harus
diselesaikan, melakukan promosi, dll.

        Kemudian kalau alarm saat menjemput sekolah berbunyi, saya akan segera
bersiap dan berangkat. Pulang, lalu mengurus mereka, dll. Sering saya tak
istirahat, meski anak-anak tertidur. Saya justru memanfaatkan waktu itu untuk
bekerja lagi.
        Saya selalu bisa mempergunakan waktu saya sebagai ibu, dan bisa
melakukan pekerjaan. Kalau terpaksa, sambil ngeloni anak yang kecil, saya
pegang ponsel dan mengetik. Masih bisa mempunyai waktu untuk menemani mereka
bermain. Saya merasa otak dan fisik bekerja sama kerasnya. Kadang sekalinya
sakit, saya bisa terbaring saja di tempat tidur. Karena tidak dirasain, kalau
ada keluhan di badan.
          Solusinya sederhana, usahakan memiliki waktu istirahat barang semenit,
dua menit. Kalau boleh jujur, saya kadang bisa terlelap sebentar dan sudah
bangun. Kadang alarm berupa suara anak-anak yang minta apa. Atur jadwal
aktivitas Anda sehari-hari dan pekerjaan. Sehingga jadwal yang padat bukan
alasan lagi. Karena saya sendiri juga bisa, tetap bekerja, meski aktivitas
sebagai ibu begitu padat. Baru buka laptop, anak sudah minta makan, baru mau
duduk, anak minta susu, dll. Semangat!

Bagaimana? Ada yang mau
menambahkan lagi artikel Inilah Kendala Terbesar Seorang Blogger Menyelesaikan
Artikelnya? Silakan meninggalkan di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat, saya
tunggu komentar Anda. J
(Visited 3 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *