Kantor di Blackberry

Aneka gadget yang datang menyerbu peminat gadget memang menggoda sekali. Mereka ini datang dengan aneka fitur yang menggiurkan dan harga yang kompetitif. Ada gadget yang dibandrol dengan harga miring dengan kualitas ya Anda tahu sendiri.
Saya memang pecinta gadget, tapi karena kondisi keuangan yang tak memungkinkan, ya cari yang memang sesuai kebutuhan. Saya juga sempat melihat hape yang katanya kelas atas, tapi setelah saya coba operasikan, fiturnya terbatas. Tak bisa memenuhi kebutuhan saya. Lalu ada hape saingan Blackberry. Saya sampai sekarang memilikinya. Apalagi fasilitas bbm juga tersedia secara gratis, dengan nomor pin diawali angka 7. Namun tetap saja, saya masih tak nyaman menggunakannya. Untuk internetan sih oke, tapi untuk mengoperasikan sebagai kantor, saya butuh lebih dari itu.
Jadi, jangan tanya kalau saya masih setia dengan Blackberry. Mulai dari word, twitter, facebook, browser, email, foto, beberapa aplikasi pendukung, dll, yang memang sesuai kebutuhan saya.
Saya bebas menulis dengan word, lalu mengirim email, memfoto anak-anak saya, men-share link postingan blog ke sosial media dll. Semua itu tidak bisa saya dapatkan dari gadget lain sekali waktu.
Kan bbm suka troble. Kenapa tak mencari solusi, mengganti kartu perdana yang sekiranya tidak suka error dan cepat aksesnya.
Saya memang mencoba untuk bekerja melalui gadget lain, tapi memang tidak senyaman menggunakan Blackberry, yang telah menemani saya sejak awal 2010. Meski mungkin pesonanya mulai meredup, saya masih saja tetap setia, ehm tak sepenuhnya setia, karena ada gadget lainnya. Saya tetap bekerja melalui Blackberry. Bahkan anak saya selalu bilang, itu Ami lagi kerja, setiap saya mulai memegang Blackberry.
Ya inilah kantor milik saya. Kantor bernama Blackberry

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *