Jangan Parkir di Area City Walk atau Bayar Empat Ratus Ribu




image

Blog Referensi

Akibat jenuh dengan rutinitas yang ada, saya mengajak anak-anak pergi ke warung sate ayam langganan. Daging ayamnya empuk dengan bumbu kacang lezat yang membuat saya dan anak jadi ketagihan. Letaknya di city walk Jalan Slamet Riyadi Solo.

Sudah biasa kalau pengendara sepeda motor memarkir motornya di sepanjang city walk, kemudian makan di warung yang tersedia disana. Seingat saya, dulu ada banner yang tergantung di atas jalan bertuliskan dilarang parkir di sepanjang area city walk atau akan dikenai sanksi sebesar Rp 100.000,- ( sepeda motor tersebut akan digembok rodanya). Tapi hari ini saya tersadar, spanduk tersebut sudah tidak ada.

Kali ini ada yang berbeda, saat menikmati sate seporsi Rp 10.000,- ini, penjual sate dan beberapa orang menanyakan motor siapa yang diparkir di area city walk seberang sate ayam? Kemudian dia memberitahukan orang tersebut, untuk segera parkir di tempat lain. Daripada digembok dan dikenai denda Rp 400.000,-.

Ternyata, usut punya usut, hari itu, ada yang memarkir motor disitu, sementara dia sedang makan, lalu saat dia mau pulang, rodanya digembok. Jajan hanya Rp 30.000,-, tapi harus menambah Rp 400.000,- untuk membuka gembok.

Orang yang sedang makan di warung itu pun jadi ramai bercerita. Kebetulan orang yang disuruh memindahkan motor itu, berada di hadapan saya.

” Saya tidak tahu kalau tidak boleh parkir disitu.”, katanya.

Saya jawab saja, ” Setahu saya, sih, memang tidak boleh. Namanya saja area city walk, untuk jalan kaki, kasihan yang jalan kaki. Saya parkir di Togamas situ. Aman kok.”

” Iya juga sih, Bu.”, jawabnya sambil menganggukkan kepala.

” Dulu ada spanduk tergantung disana.”, ucap saya sambil menunjuk ke belakang. ” Tidak boleh parkir atau digembok. Denda Rp 100.000,- untuk membuka.”

” Wah saya ga pernah lewat sana. Jadi tidak membaca.”. Kali ini dia terkekeh, memamerkan wajahnya yang menjadi semakin menarik.

Saya senyum lalu menunjuk ke arah persisnya, ” Sebelah dekat sana. Nama area ini city walk, jadi untuk pejalan kaki biar nyaman. “, kata saya sembari melempar senyum termanis.

Posisi spanduk tersebut memang berada tepat di tengah area sisi city walk depan Togamas. Namun sekarang memang sudah tak ada lagi. Orang itu pun terdiam, tak bisa kasih alasan lagi.

Tak berapa lama ada lagi dua pengendara sepeda motor memarkirkan di sepanjang area city walk, ketika semua orang memintanya memarkir tempat lain, dia cengar-cengir. Kedua perempuan itu tak menggubris meski sudah diberi tahu, kejadian sebelumnya, yang harus membayar Rp 400.000,-.

Memang ya, sebenarnya orang sudah tahu seharusnya bagaimana, tapi pura-pura tidak tahu. Lebih suka melanggar, kalau kena, anggap saja apes. Padahal itu juga demi kenyamanan bersama. Ada banyak tempat parkir motor, entah di dekat SGM ( mall), atau di Togamas. Memang sih, harus merogoh kocek sebesar Rp 1.500,-. Kenapa harus sayang? Apa lebih memilih membayar Rp 400.000,-? Sayang kan?

Semoga bermanfaat.

Apabila artikel ini bermanfaat, silakan menambah G+ dan follow @IkaMitayani dan Like Fanpage IkaMitayaniCom.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *