Jangan Membandingkan Atau Menghina Anak

” Wah gimana sih, kok ga bisa kaya si A? “

” Dia kan bisa juara kelas, kamu kok ga bisa. Malas belajar, pasti!”
Atau

” Hih gitu saja takut, ini B saja tidak takut.”
Atau
” C kok gendut sih, makannya apa? Ini nih anakku kurus begini.” Ibu ini bilang di depan anaknya.
Itu beberapa contoh percakapan, pernah mendengar atau mungkin justru mengalami? Tidak hanya Ibu yang membandingkan, bisa nenek, nenek mertua, saudara, tetangga, macam-macam.
Saya anak tunggal, tidak merasa dibanding-bandingkan, dan tidak tahu rasanya. Tapi kalau mendengar cerita teman, saudara yang sering dibanding-bandingkan dengan teman atau saudara sebayanya, itu sangat menyakitkan, menjatuhkan mental. Tidak semua anak dengan dibandingkan, lantas bersaing mengungguli satunya, bisa jadi bersikap bersaing hanya sebagai bentuk ingin membanggakan orang tua, anak mana yang tak mau begitu. Tapi ada juga yang bersikap sebaliknya, mati-matian membumihanguskan harapan dari orang tua, semakin bersikap negatif, karena dibanding-bandingkan.
Saya sendiri sangat tidak setuju, ketika anak dibanding-bandingkan, hati juga agak sakit Mom, saya tidak mau mentalnya down
mendengar itu. Saya besarkan hatinya, dengan cara yang lebih baik, bukan dengan membanding-bandingkan atau menghina. Selain itu, saya merasa anak telah lahir dari rahim dengan perjuangan, dia adalah anak pilihan dari jutaan sperma yang ada.
Saya biasa membalas ucapan negatif tersebut, karena selain tidak memiliki kesempatan untuk bicara, saya tidak mau orang tersebut berpikiran macam-macam. Lucunya, saya pernah perhatikan, ketika anak saya dibandingkan oleh salah satu anggota keluarga (suami tante saya, jadi yang keluarga: tante saya), saya jawab saja. Padahal cuma masalah yang sangat sepele, memang mencari kesalahan sangatlah mudah, bukan?
Eh di lain waktu, saya perhatikan anaknya justru memiliki banyak kekurangan; suka menangis, ketika disuruh maju ke depan malah tidak mau, dan masih banyak yang lain. Ingin rasanya, gantian mengolok-olok, tapi saya hanya tertawa saja saat anak itu bertingkah seperti itu, lalu suami tante saya pun terdiam, hahahaha….
Ingat, anak satu berbeda dengan yang lainnya, jangan dibedakan, jangan dibandingkan, jangan dihina, jangan direndahkan, karena itu berakibat pada mental mereka. Besarkan hatinya, dukung sepenuhnya dengan tetap mengontrolnya, anak pasti lebih cepat bertumbuhkembang.

(Visited 53 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *