Haruskah Ngeblog Secara Spesifik?

Ada pertanyaan menggelitik saya dalam waktu yang cukup lama. Apakah itu? Tentang ngeblog dan batasannya. Juga bagaimana bisa menjadi sukses ngeblognya. Mungkin yang saya sampaikan ini akan diketawakan. Tak masalah.

Kenapa saya bisa memiliki pertanyaan di atas? Karena saya terkadang merasa stuck. Tidak bisa bergerak. Oke, ide saya banyak. Hanya saja bila dibatasi, saya merasa tidak berkembang.

Misalnya begini. Ngeblog harus begini dan begitu. Judul harus seperti ini. Isi harus begini. Susunan artikel harus begitu.

Konkretnya seperti ini, ngeblog harus menggunakan satu tema. Saya tiba-tiba merasa kreativitas dalam menulis seolah mandeg begitu saja.

Beda ketika membebaskan diri,

menulis apa saja. Saya bisa membuat tulisan sebanyak mungkin.

Cara agar saya tidak stuck

Kadang tulisan itu saya simpan dalam folder khusus. Ketika ada orderan artikel datang dan membahas tema tertentu. Dan saat saya cek, ternyata saya pernah menulis itu dan belum pernah tayang.

Saya kemudian tinggal ambil artikel dalam folder tersebut dan menyesuaikannya dengan karakter produk atau jasa yang memesan artikel.

Hal ini cukup membantu saya.

Bagaimana dengan blog? Ehm, kalau instagram, memiliki 1 niche saja itu sangat membantu perkembangan akun. Tetapi dengan blog. Kadang bisa kadang tidak. Terutama ketika blog Anda sudah berusia lebih dari satu tahun dengan beragam tema.

Apakah ini salah?

Menurut saya, tidak. Memiliki lebih dari satu tema, bukan sebuah dosa.

Saya pernah akan mengubah dan fokus pada satu tema. Setelah saya tilik, ternyata tema yang sudah ada tersebut termasuk salah satu penyumbang kunjungan bertahan sejak blog ini ada. Akhirnya itu tetap saya pertahankan.

Kalau dijumlah ada beberapa tema yang ada. Sayang sekali kalau saya hapus demi menyeragamkan tema blog.

Seandainya tema itu ditarik menjadi satu benang merah memang masih nyambung. Dalam artian begini, saya seorang wanita, ibu yang memiliki pekerjaan penyedia konten dan pecinta drama Korea. Hahaha….

Lalu soal review juga masih berhubungan dengan saya sebagai seorang ibu. Sudut pandang ibu.

Ya masih okelah.

Blog sebagai personal branding?

Saya sedianya akan membuat blog ini lebih profesional lagi. Untuk melengkapi personal branding saya di instagram.

Apakah saya harus mengubahnya? Menghilangkan beberapa artikel yang ada demi keseragaman tema?

Jujur butuh waktu untuk memikirkan ini. Hingga suatu waktu saya pun memutuskan untuk tidak melakukannya.

Saya tetap mempertahankan blog ini apa adanya. Tema yang sudah ada, biarkan saja. Untuk melengkapi blog.

Dengan adanya artikel tersebut, blog ini memang lebih ke personal. Lebih mudah diterima karena tak melulu bicara tentang personal branding yang dibangun. Ini lebih membumi dan manusiawi. Semacam akan ada sesuatu yang relate dengan pembacanya.

Saya pun seperti tidak merasa sedang membatasi diri dengan tema tertentu. Sehingga bisa lebih mudah update konten. Biarlah soal konten dengan tema tertentu ada di blog lainnya. Memang butuh usaha keras membangun blog dengan tema sama. Karena pasti akan ada kejenuhan dalam prosesnya.

Beda ketika kita membebaskan diri menulis apa saja.

Semua pilihan masing-masing. Lebih suka yang mana.

Kelebihan Memiliki Tema Sama atau Tidak

Tema yang seragam memungkinkan kita lebih mudah dikenali. Mudah dicari dan dihubungkan pada satu hal.

Misal Anda terbiasa membahas konten dan bisnis Anda mengenai konten. Anda konsisten di dalamnya. Maka Anda akan dikenali sebagai ahli konten. Ketika ada orang yang mencari orang seperti Anda. Bukan hal yang tidak mungkin, ada banyak orang yang merekomendasikan Anda.

Kalau Anda ingin tema yang fokus membahas tema tertentu. Pastikan menguasai materi.

Nah keduanya memiliki keistimewaan masing-masing kan?

Lantas bagaimana?

Tak ada salahnya Anda memiliki dua blog. Satu untuk tema yang beragam dan satunya lagi untuk tema yang sama.

Kalau tidak, Anda buat blog dengan dua tema. Tak masalah. Satu tentang personal life dan lainnya personal branding. Cara ini cukup berhasil membuat blogger luar negeri mengepakkan sayap di dunia blogger. Konten Anda juga tidak membosankan. Karena tak melulu soal keahlian atau pekerjaan yang Anda share di blog.

Bagaimana? Anda pilih yang mana? Share ya……

(Visited 16 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *