Cara Ampuh Mencegah Bullying Pada Anak di Sekolah

parenting, mencegah bullying, bully, anak, bully pada anak, mencegah bullying pada anak
Adik Menunggu Kakak Keluar Kelas

Cara Ampuh Mencegah Bullying Pada Anak di Sekolah

Memiliki buah hati yang sudah mulai sekolah, terutama di sekolah dasar, semakin membuat kita para ibu agar lebih awas dan waspada. Bukan berita baru, kalau ada berita kriminal tentang bullying anak, mengakibatkan korban tewas. Masalahnya sepele. Lalu bagaimana cara mencegah bullying? 
Ini sedikit pengalaman dari saya, yang ingin saya bagi disini. Semoga bermanfaat.
1. Antarlah anak ketika berangkat sekolah. Sediakan waktu untuk menunggu anak masuk ke dalam kelas. Perhatikan apa yang mereka dan anak lakukan. Disini Anda bisa menyimpulkan anak Anda apakah dibully atau tidak. Biasanya Anda bisa menyimpulkan setlama seminggu. Anda juga bisa memotret kegiatan mereka. Saya karena senang mengabadikan kegiatan anak sejak kecil, membuat saya memotret kegiatan anak-anak. Kelak ini akan menjadi informasi penting untuk Anda. Cerita ini akan saya share dalam artikel yang berbeda.
2. Biasakan anak Anda bercerita apa saja, termasuk kegiatannya di sekolah, teman-teman, jajan apa, dll. Ini sangat berguna ketika ada sesuatu dengan Anak. Anda bisa mendeteksi secara dini, sebelum terjadi hal yang tidak enak lebih jauh. Berikan nasehat, arahan, dll, kalau terjadi hal yang tidaj menyenangkan.
3. Ajari anak agar berani melawan temannya.
Contoh, anak saya pernah dipukul dan didorong temannya. Saya ajarkan padanya, jangan pernah mau dipukul. Kalau sampai dipukul, kamu harus membalasnya. Karena apa? Agar temanmu tahu rasanya sakit kalau didorong. Tapi kamu jangan pernah memulai dulu. Kalau temenmu kamu balas, mereka tidak akan pernah berani untuk
melakukan hal sama. Kalau kamu diam, dia akan mikir, oh ga apa-apa kalau mukul kamu. Kamu mau dipukul? Anak saya menjawab, tidak mi. Detil akan saya ceritakan di artikel lain ya.

4. Dekatlah dengan teman-temannya.
Saya termasuk dengan teman-teman sekolahnya. Tak peduli sekelas atau kakak kelasnya. Kebetulan itu terjadi begitu saja. Saya menyapa mereka, berkenalan, dan berbagi. Berbagi dalam artian, bisa jadi berbagi permen, mendengarkan, mengajarkan self defense, dll.

Saya tahu nama-nama mereka, kebanyakan. Mereka juga sering menyapa saya terlebih dahulu, curhat dengan saya, menyambut saya ketika datang, dan mereka tanpa langsung jadi akrab dan sayang dengan anak saya juga. Mereka juga akan memberitahukan ada kejadian apa di sekolah tanpa Anda minta. Informasi mereka sangat berharga. Ini yang sering dilupakan banyak ibu. Hasilnya, saya justru ikut ngemong, saat mereka curhat, saya ajarkan agar menceritakan kepada ibunya, karena itu sangat penting.

Kalau pun Anda menegurnya kalau terjadi sesuatu, bisa dengan enaknya. Seperti mengobrol. Kkarena kedekatan saya, saya jadi lebih mudah ngasih tahu mereka, karena mengenal saya. Detil akan saya ceritakan di artikel lainnya ya.

5. Akrab dengan guru

Penting sekali. Karena apa, secara tidak langsung mereka juga akan ikut mengawasi perkembangan anak. Kalau ada apa-apa dengan anak, dan Anda cerita, bisa dilakukan tindakan selanjutnya. Saya akan cerita detil di artikel berikutnya.

6. Akrab dengan Orang Tua Murid

Mengapa? Karena kalau terjad sesuatu, kita bisa mengobrol dengan mereka dengan baik dan enak. Akrab dalam artian, saat bertemu, usahakan saling menyapa. Pandang dan sapalah. Saya sering mendapati orang tua yang tidak memandang, ya tidak apa, lain waktu pasti akan memandang kita. Mungkin mereka terburu-buru, malu bahkan ada yang minder. Ini akan saya share dalam satu artikel. Walhasil, tak hanya anak yang dekat dan curhat dengan saya, ibunya juga. Saya akhirnya juga malah seperti sosialisasi soal anak kepada mereka diantaranya. Tentang bagaimana harus peduli. Itu terjadi begitu saja, karena kepedulian saya terhadap anak begitu tinggi.

7. Boleh Anda menegur langsung Anak yang Membully dengan baik

Cara mencegah bullying lain adalah, ketika mendapat info dari teman-temannya, saat Anda menunggu anak sampai masuk kelas. Anda bisa tanya langsung pada yang bersangkutan, kenapa melakukannya. Kalau alasan sepele, Anda bisa memberi tahunya. Sering orang tua mereka tidak mengajarkan dan memperhatikan mereka. Anak itu tak akan melakukan lagi. Lakukan dengan tidak marah dan beritahu Anak Anda untuk menjaga dirinya.

8. Jangan remehkan karena mereka masih kecil

Jangan pernah menganggap enteng masalah yang terjadi, dengan alasan, ah mereka kan masih kecil. Justru itu, mumpung mereka masih kecil, maka mereka butuh perhatian dan pondasi yang kuat sejak dini dari Anda ibu atau orang tua.

Ketika masih kecil mereka belum tahu, kalau memukul, mendorong bisa fatal akibatnya. Memukul di tengkuk, dada, alat kelamin, dan bagian perut, sangat berbahaya dan mengakibatkan kematian. Itu kenapa, saya selalu menekankan anak saya jangan mau dipukul, terutama kepala dan bagian yang saya sebutkan di atas. Saya ajarkan mereka membela diri. Karena ketika di sekolah, kita berada di tempat lain. Satu-satunya cara mengajarkan dirinya agar aware dan menjaga diri sendiri.

Anak saya memang menyuruh saya pulang setelah mengantar, berhubung adeknya tidak mau pulang sebelum kakak masuk kelas, membuat saya menunggunya. Tapi ada yang diuntungkan disini. Saya. Saya bisa melakukan tindakan preventif, sebelum terjadi bullying. Kadang saya mikir, ternyata berguna juga ya, saya bekerja dari rumah, membuat saya memiliki waktu untuk antar jemput anak dan memperhatikan dengan lebih intens.

Masing-masing point di atas, akan saya kembangkan masing-masing dalam satu artikel. Semoga bermanfaat ya.

(Visited 8 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *