Alasan Tidak Membiarkan Anak Sendirian di Luar

Alasan Tidak Membiarkan Anak Sendirian di Luar

Untuk mendapatkan update artikel bermanfaat dari ikamitayani.com silakan bergabung dengan LIKE >>> http://facebook.com/IkaMitayaniCom

Alasan Tidak Membiarkan Anak Sendirian di Luar

Saya memiliki alasan tersendiri, mengapa tidak pernah membiarkan anak sendirian di luar. Berbeda dengan sebagian orang tua yang bersikap sebaliknya. Jawabannya memang sangat jelas, memproteksi mereka dari hal yang tidak diinginkan.

Bukan rahasia umum, ketika terjadi hal-hal yang membahayakan bagi anak. Parahnya sampai menyebabkan kematian, bukan hanya menderita luka saja. Andai hal yang tak diinginkan terjadi, siapa yang akan menyesal dan sedih berkepanjangan? Orang tua, terutama ibu.

Memang apakah benar, membiarkan anak adalah membuat mereka mandiri. Tapi apakah benar dengan cara demikian? Saya akan berbagi tip agar anak mandiri di artikel lain ya bun.

Obrolan saya dengan salah seorang ibu teman sekolah anak saya, memantapkan tulisan ini terbit.

Oke kita kembali ke alasan saya ya bun.

1. Kita tak pernah tahu kejadian apa yang akan dialami anak.
    Benar bun. Kita tak pernah tahu kejadian apa itu, apalagi kita sendiri tak menjaga dan mengawasi mereka di luar.

Ambil contoh ketika anak sedang asyik bermain, dia lupa keamanan sendiri. Bermain pedang-pedangan menggunakan benda berbahaya, seperti ranting pohon. Bagaimana kalau masuk ke mata? Saking ayiknya bermain. Karena sering kali yang terjadi adalah, anak orang lain tidak dididik sama seperti anak kita sendiri. Saya justru sering “mengasuh” anak orang lain. Saya akan membahas cerita itu dalam artikel yang berbeda.

Contoh lainnya, kalau anak asyik bermain, lantas tak mengindahkan sekitarnya, ada lubang yang dalam, terkena sambaran api. Apabila kita mengawasi dan menjaga ketika anak bermain, pasti kita bisa melakukan tindakan preventif, mengingatkan, dan menyelamatkan si anak sesegera mungkin.

2. Keamanan tidak ada yang menjamin.
     Ini salah satu hal yang penting bun. Keamanan. Ya, keamanan sekarang tidak ada yang bisa menjamin. Bahkan di dalam rumah sendiri
pun bisa terjadi. Bagaimana kalau di luar. Tindakan kriminal terhadap anak terbilang cukup tinggi bun. Kita bisa melihat semakin banyak porsi berita kriminal yang terjadi pada anak cukup besar menghiasi program berita kkhusus kriminal.

Bagaimana kalau saat di luar, anak yang asyik bermain, kehilangan jejak teman atau saudaranya, sehingga tidak bisa pulang, karena bentuk rumah yang sama, atau kejauhan? Bagaimana saat bermain, ada orang yang tidak dikenal dan bermaksud jahat mendekati anak? Bagaimana kalau itu orang dewasa yang kekuatan dan tubuhnya lebih besar dari si anak? Pasti akan sulit untuk melepaskan diri. Seaman-amannya tempat dia bermain, selalu akan ada saja yang memanfaatkan situasi. Belum lagi kalau dia bermain ke rumah temannya atau tetangga, kita juga tak bisa leluasa menjaganya. Bersyukurlah kalau tetangga atau temannya bersikap baik dan tidak membahayakan keselamatannya?

Penting bagi kita untuk tak bosan-bosan mengingatkan anak untuk berhati-hati. Tapi alangkah baiknya, usia tiga sampai sembilan tahun tidak dibiarkan sendirian di luar. Sepintarnya mereka, belum tentu bisa menghindari, karena tubuh dan kekuatan mereka sendiri. Itu kenapa kalau saya sekiranya tidak bisa menemani mereka bermain, saya membiakan mereka bermain di hadapan. Saya mengerjakan pekerjaan dengan mengawasi mereka. Mata saya tak akan pernah berhenti untuk memastikan mereka baik-baik saja. Kalau saya sudah selesai dan ada waktu luang, baru saya mengajaknya keluar rumah, bermain bebas. Atau membawa mereka berjalan-jalan bersama.

Begitulah bunda, alasan saya tidak membiarkan mereka sendirian, demi yang terbaik buat keselamatan mereka. Toh saya selalu menyediakan waktu untuk mereka ketika ada kesempatan, dengan bermain keluar.

Semoga bermanfaat ya bunda.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *