9 Langkah Termudah Untuk Membangun Personal Branding Anda




personal branding, cara membangun personal branding, bagaimana mendongkrak personal branding
9 Langkah Termudah Untuk Membangun Personal Branding Anda







9 Langkah Termudah Untuk Membangun Personal Branding Anda

Beberapa waktu ini saya aktif berkunjung ke akun media sosial , baik itu Twitter, Fanpage, Google Plus dan blog. Ada yang menggelitik saya. Tepatnya soal profil yang mereka tampilkan. Kebanyakan tidak menampilkan profil mereka sesungguhnya. Tepatnya profil yang ingin dibangun. Saya lalu menyimpulkan, mungkin mereka ini bermain media sosial untuk mengisi waktu luang. Tapi fatal bagi Anda yang ingin membangun personal branding.

Mengapa demikian? Orang tidak akan tahu, apa kelebihan Anda. Tidak tahu kecakapan apa yang Anda miliki, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sayang kan? Belum sampai mereka menawari sebuah proyek, mereka sudah menutup akun media sosial dan beralih ke lainnya. Rugi! Betul?

Lalu sebenarnya letak kesalahannya dimana? Saya tidak akan mengoreksi Anda, tapi lebih menyukai untuk membagi 9 Langkah Termudah Untuk Membangun Personal Branding Anda saja. Bagaimana? Apakah sudah  siap? Kita mulai yuk!

Nama Akun Media Sosial
Pilihlah nama untuk akun media sosial sesuai personal branding apa yang akan Anda angkat. Misal Anda ingin mengangkat image sendiri, saran saya pergunakan nama Anda. Saya sendiri menggunakan nama sendiri sebagai sebuah brand. Jadi ketika seseorang mendengar nama saya, dia akan teringat sesuatu. Terbukti beberapa kali saya mengikuti acara, dan ternyata saya bertemu dengan pembaca blog saya yang termasuk loyal. Saat kami berkenalan dan saya mulai menyebutkan nama, mereka ini akan bilang, oh ini toh yang punya www.ikamitayani.com.

Bagaimana kalau ingin mengangkat sesuatu yang lain? Misal membuat akun media sosial dengan nama MotivasiKece, misalnya. Ya ga masalah. Hanya saja, saya sedang berbagi bagaimana cara membangun personal branding.

Buatlah akun media sosial minimal di Fanpage, Twitter dan Google plus,d an berikan nama yang sama. Misal tidak bisa sama? Minimal mendekati. Ambil contoh akun twitter saya @IkaMitayani, Instagram @ikamitayaniblog (karena saya lupa password dari @ikamitayani), dan Google plus +ikamitayani. Masih mendekati kan?
Kesuksesan sebuah brand, ketika mereka lebih mengenalnya lebih jauh daripada pemilik.

 Nama Domain
Saran saya, belilah domain. Harga domain sekarang sdah cukup terjangkau. Tak perlu membeli hosting juga bisa. Anda bisa membangun sebuah blog dengan platform Blogspot. Mengapa harus membeli domain? Ini untuk menjaga nama domain Anda dimiliki orang lain. Jangan karena merasa memiliki nama unik, lalu menganggap tidak ada yang memiliki nama yang sama dengan Anda. Saya sendiri memiliki nama yang unik. Mitayani. Lengkapnya Ika Mitayani. Ternyata ada beberapa orang yang saya temukan di internet dengan nama yang sama. Untung jauh sebelumnya saya sudah membeli domain dengan nama saya.
Alasan kenapa harus memiliki domain, karena mereka yang ingin mengajak bekerja sama, lebih memilih dan menyukai yang memiliki domain. Entah itu com, net, id, atau web id.

Bio atau Profil
Anda akan lebih mudah menemukannya pada Twitter dan Fanpage, di sana tersedia tab yang menampilkan bio atau profil Anda. Jangan sia-siakan itu. Pergunakan dengan baik. Beritahukan apa kelebihan, kecakapan, keistimewaan, keahlian, atau apa pun tentang diri Anda yang layak untuk “dijual”.
Biasanya karena ada batasan untuk tampilan bio atau profil di media sosial, maka buatlah menjadi lebih singkat. Misal saja seperti;

                                                           Ika Mitayani
                                         Blogger-Content Writer-Copywriter

Oia, jangan lupa untuk memberikan kontak Anda yang bisa dihubungi ya. Kontak bisa berupa nomor ponsel, messenger seperti BBM dan Wa, dan email. Biasanya perusahaan atau agency yang tertarik mengajak Anda bekerja sama lebih menyukai menghubungi melalui email. Saran saya, buatlah email sesuai nama Anda. Kalau namanya Ika Mitayani, ya buat email dengan nama Ika Mitayani. Bukan, cantik @gmail.com atau pooh3x@gmail.com. Kalau misal Anda disuruh memilih, akan memilih yang mana? Email ikamitayani@gmail.com atau pooh3x@gmail.com? Lebih profesional yang mana? (

Foto
Bagi Anda yang sudah tahu ingin dikenal sebagai apa. Kini saatnya mulai memperkenalkan sosok Anda kepada khalayak ramai. Caranya bagiamana? Ya tampil melalui foto terlebih dahulu. Tak perlu foto di studio. Hanya menggunakan kamera ponsel saja juga bisa.
Cari pencahayaan, angle dan tema yang bagus, sudah lebih dari cukup. Anda bisa mengeditnya dengan aplikasi ponsel. Ada beberapa pewarnaan yang bisa mengangkat foto Anda semakin menarik.
Kenakan pakaian sesuai personal branding yang akan diangkat. Gunakan yang nyaman dan memang itu yang biasa Anda pakai. Tak perlu menjadi orang lain. Jadilah diri Anda sendiri. Kalau Anda nyaman dan menyukai apa yang dikenakan, akan membuat tingkat kepercayaan diri semakin naik. Tentu tidak asal mengenakan pakaian ya? Tetap harus rapi dan enak dipandang. Misal pakai kaos pun, tetap yang bersih. Mengenakan sepatu? Bisa sepatu kets, flat, high heel, dll.

Twit atau Status
Pergunakan kekuatan dari media sosial yang Anda miliki. Caranya dengan aktif ngetwit dan update status. Tentu buatlah yang bermanfaat dan masih ada hubungannya dengan personal brand yang Anda bangun. Tapi jangan lupa untuk memberikan intermezo yang bersifat pribadi, misal apa yang Anda lakukan hari itu, pendapat mengenai suatu kejadian yang lagi happening, pakaian yang sedang dikenakan, dll. Tak masalah. Pribadi ini lebih ke hal umum saja ya. Bukan membagi keluh kesah, atau yang seharusnya orang lain tak perlu tahu.
Update status dan ngetwit ini juga jangan dilakukan selama seharian, dan tiap hari. Jangan ya. Kenapa? Ini untuk menghindari orang tidak bosan, dan tidak menganggap Anda spamming. Jangan sampai mereka malah hidden akun Anda, atau lebih parahnya, malah mendelcont.

Buku dan Ebook
Buku dan Ebook adalah salah satu cara paling tepat dan efektif untuk membangun personal branding pada Anda. Tuliskan saja sebuah tema yang Anda kuasai, dan memang ingin dikenal di bidang itu.
Anda bisa memilih untuk menerbitkan sendiri atau dikirim ke penerbit. Usahakan kalau mengirim, kenali penerbit itu, apakah sesuai dengan tema buku Anda atau tidak. Kalau menerbitkan buku sendiri, sebaiknya suntinglah tulisan Anda dan olah sebaik mungkin.

Buat Artikel yang Mendukung Personal Branding Anda
Artikel juga bisa membantu mendongkrak personal branding  Anda. Tulis artikel yang berhubungan dengan tema yang Anda sukai dan berhubungan dengan personal branding. Tulis secara rutin di blog Anda.
Mengapa sih, harus di blog? Alasannya sederhana. Blog jauh lebih manusiawi dan dekat dengan pembaca. Tak ada jarak antara pembaca dan penulis. Mereka bisa saling diskusi. Maka usahakan untuk membalas komentar mereka ya. Itu sebagai bentuk menghargai usaha mereka menuliskan komentar. Tentu mereka harus meluangkan waktu untuk menulis di blog Anda, kan?
Kalau mereka sering mendapatkan ilmu yang mereka cari dari blog Anda, bukan tak mungkin, mereka akan menganggap Anda adalah seorang ahli. Maka sukseslah personal branding yang Anda bangun itu.

Berani Tampil Menjadi Tutor atau Mentor
Ketika tujuh hal di atas sudah Anda lakukan, maka kita mulai ke langkah selanjutnya. Berani tampil menjadi tutor dan mentor. Hal ini berguna untuk mengasah Anda untuk menjawab, belajar membagi ilmu, mengelola mereka untuk mendapat ilmu dan memberikan pelatihan. Ini hampir mirip ketika Anda kelak diminta menjadi seorang pembicara di sebuah workshop.
Saat Anda sudah terbiasa menjadi mentor atau tutor, secara tidak langsung, benak orang sudah tertancap pikiran, bahwa Anda adalah seorang yang ahli.  Jadi jangan kaget, kalau suatu waktu Anda diminta menjadi seorang pembicara. (

Tampil Menjadi Pembicara
Nah ini, bagian paling manis ya, tampil menjadi pembicara. Fase ini, Anda sudah dianggap memang mumpuni, meski Anda merasa masih banyak belajar. Ambil kesempatan ini.
Bagaimana kalau tidak berani ya? Kalau gugup? Mungkin ada yang akan berkomentar demikian? Saya rasa, untuk awal memang akan mengalami gemetar, takut salah, kawatir kalau merasa gugup, dll. Wajar terjadi.
Saat ini, Anda sudah dianggap lebih ahli dibanding mereka yang datang. Mereka ingin mendengar dan belajar pada Anda. Jadi, buang rasa gugup dan kekawatiran lainnya itu. Anggap mereka adalah teman lama Anda, dan ingin mendengar kabar terbaru Anda. Saya rasa itu akan membantu. Toh Anda juga sudah banyak pengalaman dan pengetahuan, juga terbiasa mengajar melalui mentor atau tutor.

Bagaimana, apakah ada yang ingin menambahkan langkah termudah lainnya? Kalau iya, silakan tulis di komentar ya. ( Kalau merasa artikel ini bermanfaat, boleh kok membagi di media sosial Anda semua. Semoga bermanfaat ya. (




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *